Senin, 15 Desember 2014

Dokumen Sebagai Sumber Sejarah



BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sumber sejarah adalah Peristiwa yang terjadi masa lampau dapat di ungkap bila ada sumber sejarah yang mendukung. Sumber sejarah terdiri atas sumber lisan adalah keterangan langsung dari saksi dari peristiwa yang terjadi masa lampau atau dari oang yang menerima keterangan dari orang lain misalnya ; rekaman pidato, hasilwawancara, dan narasumber pelaku, atau saksi sejarah, Sumber tertulis adalah Sumber yang di peroleh melalui peninggalan peninggalan tertulis misalnya; prasasti, dokumen naskah, surat perjanjian , buku, makalah dll, dan Sumber benda (artefak )  peninggalan benda benda budaya. Misalnya; bangunan prasati,patung sejata dll .
Peristiwa sejarah hanya dapat direkonstruksi apabila didukung oleh fakta-fakta yang mencukupi. Dengan kata lain, fakta memiliki posisi sentral karena menjadi landasan bagi kerja sejarawan. Tanpa fakta sejarawan tidak dapat melakukan sesuatupun.
Berpijak pada posisi penting dari fakta, maka pengumpulan sumber merupakan tahap yang sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah penelitian sejarah. Apabila seorang sejarawan mengalami kegagalan dalam mengumpulkan sumber tentang topik yang diteliti, maka otomatis penelitian tersebut akan terhenti.
Pada ilmu sejarah, sumber dibedakan menjadi primer, sekunder dan tersier. Sumber primer adalah informasi yang disampaikan oleh pihak yang terdekat dengan peristiwa yang dikaji. misalnya melalui wawancara, maka tokoh tersebut ditempatkan sebagai sumber primer. Hasil investigasi polisi, berita surat kabar dan laporan pemerintah juga dapat dikelompokkan sebagai sumber primer.
Sumber informasi dikelompokkan sebagai sekunder apabila diperoleh melalui perantara yang tidak terkait langsung dengan peristiwa sejarah. Contoh yang paling mudah tentang sumber sekunder adalah informasi yang disampaikan oleh sejarawan, baik melalui, dokumen, buku, paper, maupun artikel surat kabar. Sumber tersier dan kategori selanjutnya adalah informasi yang disampaikan oleh pihak ketiga atau lebih.
.Dilihat dari wujudnya, sumber sejarah adalah sangat beragam, seperti artifak, laporan, berita, informasi lisan dan cerita rakyat. Oleh karena wujudnya yang beragam, maka cara untuk memperolehnyapun harus menggunakan berbagai jalan. Sebagai contoh untuk mengumpulkan sumber yang berupa artifak diperlukan ekskavasi atau penggalian, untuk sumber-sumber tertulis dikumpulkan melalui studi arsip dan pustaka, sedang untuk pengumpulan sumber-sumber lisan dilakukan dengan wawancara dan penyebaran questioner.
Dengan beberapa masalah di atas maka penulis mengangkat judul dari makalah ini ‘’ DOKUMEN SEBAGAI SUMBER SEJARAH’’ ,karena sumber sejarah tidak akan berguna jika hanya menggunakan atau mengandalkan sumber sekunder saja.
1.2  Rumusan Masalah
Bedasarkan latar belakang yang tersaji diatas, maka yang akan dikaji di dalam makalah ini, diantaranya sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dokumen dan sumber sejarah ?
2.      Bagaimana pengklasifikasian dokumen dan sumber sejarah?
3.      Mengapa ada dokumen dipalsukan dan ada juga dokumen yang cacat?

1.3  Tujuan
Bedasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan makalah ini ialah:
1.      Untuk mengetahui dan memahmi pengertian dokumen dan sumber sejarah;
2.      Untuk mengetahui dan memahami pengklasifikasian dokumen sebagai sumber;
3.      Untuk mengetahui dokumen yang dipalsukan dan dokumen yang cacat.

1.4 Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat berguna dan memberi manfaat sebagai berikut:
1.      Bagi penulis, memberi pengetahuan tentang Dokumen dan pengklasifkasia sumber Sejarah;
2.      Bagi mahasiswa, dapat dijadikan bahan penambah pengetahuan dalam mengutip sumber sejarah;
3.      Bagi pembaca,memberi pengetahuan mengenai dokumen sebagai sumber sejarah



















BAB II. PEMBAHASAN.

3.1  Pengertian Dokumen dan Sumber Sejarah
3.1.1        Dokumen
Secra umum Dokumen adalah surat penting atau berharga yang sifatnya tertulis atau tercetak yang berfungsi atau dapat di pakai sebagai bukti ataupun keterangan. sedangkan menurut beberapa ahli dokumen yakni:
a.       Pengertian dokumen menurut Louis Gottschalk (1986;38)
Dokumen merupakan sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikandaripada kesakslisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis atau gambaran. Dokumen dalam arti luas merupakan proses pembuktian yang didasarkan atas sumber jenis apapun,baik yang bersifat tulisan,lisan,gambaran atau arkeologis.
b.      Pengertian dokumen menurut G.J Renier (University Collage London 1997;104)
Dokumen dalam arti luas yaitu meliputi semua sumber tertulis saja,baik tertulis maupun lisan. Dokumen dalam arti sempit yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja.

2.1.2 Sumber Sejarah
Jika kita berbicara mengenai sumber sejarah itu selalu menunjukkan peninggalan masa lampau. Dalam kehidupan manusia dimanapun mereka berada pada suatu zaman yang berbeda biasanya kita akan peroleh adanya sumber sejarah. Ada yang berpendapat bahwa sejarah adalah dokumen. Pendapat tersebut tidaklah keliru, kita ingat adanya suatu ungkapan yang menyatakan no document no history. Sejarawan tak dapat merekontruksi masa lamapau dalam menyusun sejarah tanpa adanya dokumen yang diindentikan sebagai sumber sejarah.
Dalam pembahasan apakah arti sumber sejarah perlu kita bahas secara jelas sehingga kita mengerti dan paham apakah yang dimaksud dengan pengertian tersebut. Mengacu pada Gilbert J. Garraghan, S.J, ia memberikan arti sumber sejarah sebagai berikut:
The term source in reference to history covers a body of material vast in range and difersified in character. Written record, oral traditions, remains of prehistoric villages, ancient inscriptions on the sides of rocks; in short, any bit of testimony, any object than can throw light on the human story, find place in the category, “ historical source.” One may define the term as “human remains and such product of man’s activity as either were meant by their authors to communicate knowledge of historical facts or conditions, or by their nature are calculated to do so.”
Berdasar batasan arti sumber sejarah seperti diatas, bahwa sumber sejarah merupakan sumber yang didapat berdasar jejak-jejak peninggalan masa lamapau yang dapat memberikan beberapa informasi bagi siapa saja yang berminat menulis karya sejarah. Apapun klasifikasi dan juga kategori yang melekat pada sumber, itu kesemuannya termasuk “historical source”.
3.1 Pengklasifikasian Dokumen dan Sumber Sejarah
3.1.2        Klasifikasi Dokumen
Pengklasifikasian atau pengelompokkan dokumen dibagi menjadi 3 yakni menurut sifatnya, literature, dan kepentingan dan khusus.
a.       Menurut Sifatnya
·         Dokumen Tekstual adalah dokumen yang menyajikan informasi dalam bentuk tertulis. Misal: majalah, buku, katalog, dll
·         Dokumen Nontekstual : adalah dokumen yang berisi beberapa teks. Misal : peta, grafik, gambar, rekaman, dll. 
b.      Menurut Literatur
·         Dokumen Korporil adalah dokumen mencakup materi cetak, tidak tercetak, prasasti, dan benda seni yang disimpan di museum dan perpustakaan.
·         Dokumen Literer adalah bahan cetak dan non cetak yang mengandung informasi atau keterangan tertentu yang berguna.
c.       Menurut Kepentingan dan Khusunya
·         Dokumen Pribadi adalah dokumen yang dikumpulkan oleh perorangan dan merupakan koleksi dokumen pribadi. Misal : barang antik
·         Dokumen Sejarah adalah dokumen berisi informasi sejarah peradaban dan kebudayaan suatu bangsa. Misal : Piagam Proklamasi
3.1.3        Klasifikasi Sumber Sejarah
Sumber Sejarah adalah peninggalan-peninggalan masa lampau yang dapat di jadikan sebagai bahan untuk menyusun sejarah.
·         Berdasarkan Sumber sejarah dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a.       Sumber Benda: sumber yang diperoleh dari benda-benda peninggalan sejarah, seperti candi, patung, kapak persegi, kapak lonjong, logam uang dan sebagainya;
b.      sumber tertulis: sumber yang di peroleh dari peninggalan-peninggalan tertulis yang mencatat peristiwa yang terjadi pada lampau, seperti prasasti piagam, autobiografi, dokumen, koran, dan sebagainya;
c.       sumber lisan: sumber yang diperoleh dari pelaku sejarah atau saksi sejarah.
·         Berdasarkan Sumber Lisan dibedakan menjadi 2 yaitu:
1)      Sumber Primer: sumber yang diperoleh dari pelaku Sejarah, seperti tokoh sejarahnya dan berada di tempat kejadian
2)      Sumber Sekunder: sumber yang diperoleh dari saksi-saksi dalam peristiwa sejarah, seperti seseorang yang tahu peristiwa tersebut karena menonton tv atau membaca koran diwaktu dan dia tidak ditempat kejadian.

2.3 Dokumen yang palsu dan atau menyesatkan.
Dokumen Sejarah di palsukan karena beberapa sebab.Terkadang mereka di pergunakan untuk mendukung suatu klaim yang palsu. Contonya yang terkenal adalah donasi kostantinus, yang pernah di petik untuk mendukung teori bahwa para paus mempunyai klaim teritorial yang luas di barat. Pada waktu lain ada dokumen yang di palsuka utnuk di jual, contoh yang terkenal yang mutahir mengenai peemalsuan adalah korespondensi antara abrahamlincon dan annrutledge,yang di terbitkan di dalam/atlantic monhli tahun 1928.
Kadang kadang pemalsuan di dorong oleh motif motif yang tidak sebegitu mengejar ke untungan.Yang terutama menjadi motif dari pada pembuatan  protokol of the elders of jion. Suatu dokumen yang berpotensi mengungkapkan komplotan yahudi yang nekat untu menguasai dunia adalah propaganda politik.
2.4 Dokumen-dokumen yang cacat
Sebuah dokumen yang dalam keseluruhannya atau untuk sebagian besarnya merupakan hasil daripada suatu usaha sengaja untuk menipu, mungkin sukar menilainya, tapi kadang kadang tidak begitu menimbulkan kesukaran seperti sebuah dokumen yang tidak autentik hanya untuk sebagian kecil saja.
Karena bagian-bagian seperti itu biasanya tidak di sebabkan oleh pemalsuan yang di sengaja, melainkan merupakan akibat daripada kesalahan yang tidak di sengaja. Hal semacam itu paling sering terjadi dengan kopi daripada dokumen-dokumen yang aslinya telah hilang dan pada umumnya disebabkan oleh jenis kekeliruan yang berbentuk pengurangan, pengulangan, atau penambahan, yang kiranya telah di kenal oleh siapapun yang pernah membuat turunan daripada dokumen dokumen.
Tetapi kadang kadang hal itu disebabkan kekurang telitian melainkan oleh maksud sengaja auntuk mengubah, menambah, atau meneruskan aslinya. Masalah ituk paling di kenal oleh ahli filologi klasik dan kritikus injil. Karena mereka jarang mempunyai kopi yang jaraknyayang asli kurang daripada 8 abad atau kurang dari beberapa tahap reproduksi.











BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ada yang berpendapat bahwa sejarah adalah dokumen. Pendapat tersebut tidaklah keliru, kita ingat adanya suatu ungkapan yang menyatakan no document no history. Sejarawan tak dapat merekontruksi masa lamapau dalam menyusun sejarah tanpa adanya dokumen yang diindentikan sebagai sumber sejarah.
Dalam pembahasan apakah arti sumber sejarah perlu kita bahas secara jelas sehingga kita mengerti dan paham apakah yang dimaksud dengan pengertian tersebut. Mengacu pada Gilbert J. Garraghan, S.J, ia memberikan arti sumber sejarah sebagai berikut:
The term source in reference to history covers a body of material vast in range and difersified in character. Written record, oral traditions, remains of prehistoric villages, ancient inscriptions on the sides of rocks; in short, any bit of testimony, any object than can throw light on the human story, find place in the category, “ historical source.” One may define the term as “human remains and such product of man’s activity as either were meant by their authors to communicate knowledge of historical facts or conditions, or by their nature are calculated to do so.”
Berdasar batasan arti sumber sejarah seperti diatas, bahwa sumber sejarah merupakan sumber yang didapat berdasar jejak-jejak peninggalan masa lamapau yang dapat memberikan beberapa informasi bagi siapa saja yang berminat menulis karya sejarah. Apapun klasifikasi dan juga kategori yang melekat pada sumber, itu kesemuannya termasuk “historical source”.


DAFTAR PUSTAKA
Gottschalk, Louis, Nugroho Notosusanto, 1975, Mengerti Sejarah,yayasan UI,   Jakarta.
Sundoro,2013,Keniscayaan Sejarah,UPT Universitas Jember,Jember.
http://sintayasinntha.blogspot.com/2013/03/dokumen-dan-dokumentasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar